Sabtu, 23 Desember 2017

Che Guevara : Sang Revolusioner Amerika Latin



50 tahun yang lalu, berita dengan cepat menyebar ke seluruh dunia: Che Guevara telah meninggal, sekali lagi, dan kali ini, nampaknya untuk selamanya.

Meski begitu, organisasi yang mengendalikan berita tetap waspada. Sehari setelah dia ditembak mati di sebuah sekolah desa oleh pasukan Bolivia, kalimat ketiga dari sebuah artikel di halaman depan New York Times memberitakan, "Tuan Guevara, 39 tahun, telah dilaporkan terbunuh atau tertangkap sebelumnya."



Berita itu kemudian terbukti benar, begitu lah akhir sang legenda Che Guevara, yang membuatnya menjadi simbol yang semakin kuat. Dari seorang aktifis sayap kiri hingga menjadi simbol dari sebuah penentangan. Semua itu ia manfaatkan sebagai alat pemasaran. Kemudan banyak yang mengagumi bagaimana, di dalam kematiannya, para kaum komunis revolusioner pada akhirnya bekerja untuk kapitalisme.

Revolusi Kuba

Sebelum semua kejadian di atas, dikisahkan lah seorang pria, seorang dokter kelahiran Argentina yang pertama kali muncul ke atas panggung dunia selama Revolusi Kuba, ketika ia menjadi orang kepercayaannya Fidel dan Raul Castro.

Pada bulan Januari 1959, ketika revolusi berakhir dan Presiden Fulgencio Batista melarikan diri, para pemberontak yang dipimpin oleh Guevara yang baru saja sembuh dari cedera patah lengan, mulai merangsek masuk ke Havana. The Times melaporkan bahwa Guevara tidak ikut memimpin penyerangan terakhir karena cederanya tersebut.



"Perintah untuk pasukannya sangat sederhana," menurut berita dalam artikel tersebut. "Masuk dan serang!". Sebagai pemimpin yang mengendalikan pemberontakan, seorang reporter bertanya pada Guevara tentang apa yang akan dilakukan olehnya sekarang. "Kita akan menunggu Fidel," ucap Che.

Pada beberapa bulan dan tahun berikutnya, Che Guevara selalu ada untuk mengawasi eksekusi di penjara La Cabana sebelum akhirnya menjadi seorang menteri ekonomi tingkat tinggi dan diplomat. Ia berkeliling ke seluruh dunia termasuk Indonesia untuk mempromosikan cita-cita Kuba kepada negara-negara di dunia.

Kepergian dan Kematian

Pada bulan Oktober 1956, Fidel Castro mengkonfirmasi spekulasi yang berkembang: Guevara, seorang tokoh yang semakin misterius, telah meninggalkan Kuba. Castro membaca dengan keras sebuah surat yang ia katakan telah ia terima dari Che Guevara sendiri, yang mengatakan, "Saya merasa telah menyelesaikan semua tugas yang diberikan Revolusi Kuba kepada saya. Saya ucapkan selamat tinggal."

Ia menambahkan, "Negara lain membutuhkan jasa saya dan saya harus meninggalkan Anda."
Negara-negara yang dimaksud oleh Che adalah Kongo, yang telah melakukan upaya revolusioner selama enam bulan dan berakhir dengan kegagalan, dan kemudian Bolivia, yang membuatnya dikejar-kejar oleh tentara negara itu dan harus melarikan diri dengan dibantu oleh CIA.



Setelah Guevara ditangkap dan dibunuh dalam waktu yang hampir bersamaan, butuh waktu berhari-hari untuk dapat membuktikan kebenarannya. Angkatan Darat Bolivia awalnya mengumumkan bahwa ia telah tewas dalam bentrokan dan katanya, "(Che) mengakui bahwa telah gagaldalam gerilya sepanjang 7 bulan yang ia rencanakan di Bolivia," menurut berita di halaman depan The Times.

Keesokan harinya, berita kematiannya semakin jelas: "Sebuah laporan medis mengindikasikan bahwa Ernesto Che Guevara dibunuh setidaknya 24 jam setelah ditangkap di hutan tenggara pada hari Minggu," The Times mengabarkan.

Meski begitu, kematiannya masih diselimuti misteri ditambah dengan berita penguburannya yang rahasia di sebuah kuburan masal. (Tangannya dipotong dan diawetkan ke dalam formalin untuk membuktikan identitas aslinya.)


30 tahun setelahnya, Jon Lee Anderson yang menulis biografi tentang Guevara, menemukan lokasi tempat sang legenda dikuburkan secara masal dan kemudian dilakukan pemakaman kedua di Kuba sebagai penghormatan kepada pahlawan revolusi Amerika Latin, Che Guevara.
Suhariwan Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar